Pikiranku
Jumat, 18 Desember 2015
Rabu, 16 Desember 2015
The Butterfly Effect
The Butterfly Effect
Ingat sebuah judul film yang pernah kutonton beberapa tahun yang lalu. Film ini menceritakan seseirang yang memiliki kemampuan untuk berpindah-pindah waktu. Kemampuannya itu dia pakai untuk mengubah berbagai kejadian yang tidak dia inginkan di masa sekarang.
Suatu ketika dia ingin menyadari bahwa kekacauan yang terjadi saat ini adalah karena pilihanya yang salah di beberapa bulan yang lalu. Maka dia kembali ke masa beberapa bulan yang lalu untuk mengubah pilihannya dianggapnya salah. Kemudian dia kembali ke masa sekarang dan menjumpai hal seperti yang diharapkkannya. Namun beberapa saat kemudian dia menyadari bahwa ada hal lain yang menjadi semakin buruk karena apa yang telah dia ubah tersebut. Oleh karenanya dia kembali lagi ke masa yang lebih jauh untuk dapat memperbaiki keadaannya. Demikianlah dia bolak-balik ke masa lampau agar semua hal yang dia kehendaki terjadi di saat ini dan tidak ada keburukan menimpa siapapun yang dia pedulikan.
Namun usahanya tidak selalu berhasil. Ketika ia mengubah satu tindakan kecil saja di masa lampau, ada hal besar yang terjadi di masa sekarang entah baik maupun buruk. Sampai akhirnya ia kembali di saat usianya masih 5 tahun. Saat itulah dia berkenalan untuk yang pertama kalinya dengan kekasihnya saat ini. Hal itulah yang dia coba untuk diubah. Dia menolak berkenalan dengan anak perempuan yang di masa sekarang jadi kekasihnya. Pilihannya itu ternyata membawa perybahan besar, yaitu berbagai masalah telah hilang dari kehidupannya dan kehidupan orang-orang yang ia pedulikan. Tetapi satu hal yang ia lepaskan yaitu kekasihnya. Di masa sekarang dia bahkan tidak mengenal gadis yang di keadaan yang tidak ia ubah adalah kekasihnya.
Hidup ini adalah sebuah proses berjalan di mana setiap langkah adalah pilihan-pilihan. Setiap langkah ke depan tidak ada lagi kemungkinan untuk dapat melangkah ke belakang. Di titik awal, kita dapat melihat pilihan yang sangat banyak, dan semakin kita melangkah maka pilihan itupun semakin berkurang. Di awal kita dapat melihat bahwa kita dapat memilih untuk melalui jalan manapun, namun karena pilihan-pilihan kecil kita, maka jalan kitapun semakin terbatas.
Kita sering mengabaikan pilihan-pilihan kecil dan menganggapnya hal yang tidak penting. Namun kita tidak sadar bahwa tindakan sekecil apapun dapat memberikan efek yang besar bagi diri kita. Langkah-langkah kecil itu harus kita lalui untuk sampai pada sesuatu yang besar.
Kadang kita pernah menyesal tentang hal-hal kecil di masa lampau yang kita abaikan dan ternyata saat ini kita kehilangan kesempatan besar karena hal kecil tersebut telah kita lewatkan. Namun pula kita pernah merasa beruntung karena suatu kebaikan kecil yang kita anggap tidak penting yang telah kita buat ternyata telah mendatangkan kebaikan besar pada kita secara tidak terduga.
Cobalah mengerjakan segala hal secara luarbiasa agar hal-hal luarbiasa selalu menjumpai kita.
